Buku ini menceritakan tentang Hana yang sering mengambil uang jimpitan di depan rumah untuk membeli jajanan. Awalnya Hana tidak mengetahui bahwa uang tersebut adalah iuran warga untuk membantu sesama. Ketika ayahnya sakit dan membutuhkan biaya pengobatan, warga desa membantu keluarga Hana menggunakan uang jimpitan. Dari peristiwa itu, Hana belajar tentang arti gotong royong, kepedulian, dan pen…
Buku ini disajikan dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Buku ini menceritakan tentang cuaca yang memiliki banyak nama sesuai dengan keadaannya. Saat cuaca cerah, semua makhluk merasa senang dan dapat beraktivitas dengan nyaman. Ketika cuaca panas, banyak makhluk mulai kesulitan karena kekurangan air. Lalu saat mendung dan hujan datang, alam kembali segar d…
Buku ini menceritakan Laras yang awalnya tidak suka jenang karena menganggapnya makanan bayi. Saat mengikuti Festival Jenang bersama Bulik Nuning, Laras mengenal berbagai jenis jenang dan mengetahui makna budaya serta sejarahnya bagi masyarakat Surakarta. Setelah mencicipinya, Laras akhirnya mulai menyukai jenang.
Buku ini menceritakan Lastri dan Ajeng yang berlatih mewiru dan memakai jarik untuk lomba Hari Kartini. Dengan bantuan Eyang Nani, mereka belajar cara melipat, memakai, dan merapikan jarik dengan benar. Setelah berlatih berulang kali, Lastri dan Ajeng akhirnya percaya diri mengikuti lomba memakai jarik.
Buku ini menceritakan Bimo yang bosan karena internet di rumahnya mati dan tidak bisa bermain gim. Ia lalu bergabung dengan teman-temannya bermain permainan tradisional jamuran. Bersama teman-temannya, Bimo merasa senang karena bermain bersama ternyata lebih seru daripada bermain ponsel.
Buku ini menceritakan tentang Aji yang ikut kakeknya mengirim ikan pari asap. Aji penasaran mengapa ikan itu tidak cepat basi, lalu kakeknya mengajak melihat proses pengasapan ikan. Dari sana, Aji belajar bahwa pengasapan membuat ikan lebih awet dan tahan lama untuk dikirim.
Buku ini menceritakan dua kakak beradik yang senang melihat berbagai topeng tradisional di pasar. Budi sempat sedih karena topeng Semar yang diinginkannya sudah habis, tetapi akhirnya memilih topeng Bagong. Mereka pun belajar mengenal tokoh wayang dan pentingnya melestarikan topeng tradisional agar tidak kalah dengan topeng buatan pabrik.
Buku ini menceritakan Sequ, seekor cumi-cumi kecil yang belajar menghadapi bahaya saat mencari makanan. Ketika dikejar ikan besar, Sequ menemukan senjata rahasianya berupa tinta hitam untuk melindungi diri. Cerita ini mengajarkan keberanian dan kewaspadaan.
Buku ini menceritakan Aji yang mencari ayam peliharaannya (Jalu) hingga masuk ke hutan. Di sana, Aji mendengar suara “dhug, dhug, dhug” yang membuatnya takut karena dikira suara langkah raksasa. Namun, ternyata suara itu berasal dari lesung yang digunakan seorang kakek untuk menumbuk beras. Dari pengalaman itu, Aji belajar tentang alat tradisional dan cara membuat jenang sumsum bersama Mbah…
Buku ini menceritakan Lulu yang mencari cara aman mengusir lalat di warung sayur keluarganya. Bersama orang tuanya, Lulu membersihkan warung dan menggunakan bahan alami seperti jeruk nipis, kemangi, dan cengkeh hingga warung kembali bersih, harum, dan nyaman. Cerita ini mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.