Buku ini mengisahkan petualangan tiga pemuda—Arya, Seta, dan Dipa—yang berkeliling ke wilayah timur, seperti Pulau Banda Neira dan Ternate, untuk mencari tahu tentang perkebunan pala dan cengkih. Mereka berkeliling pasar dan berinteraksi dengan penduduk setempat, belajar tentang proses penanaman dan pengolahan rempah-rempah tersebut. Cerita ini mengajarkan tentang keberanian, rasa ingin tah…
Buku ini mengisahkan tentang usaha Tama, seorang anak yang ingin memiliki mobil-mobilan. Karena tidak ada yang menjual, Tama diajari oleh Paksi dan Gimin untuk membuat mobil-mobilan sendiri dengan bahan sederhana, yaitu biting. Melalui proses belajar yang penuh kesabaran, Tama akhirnya berhasil membuat mobil-mobilan dan merasa sangat bahagia. Cerita ini mengajarkan tentang pentingnya kesabaran,…
Buku ini mengisahkan tentang seekor kera yang merasa paling kuat dan pandai, serta menantang para rayap untuk membuktikan siapa yang lebih tinggi dan kuat. Setelah berbagai usaha dan perdebatan, kera akhirnya menyadari bahwa puncak gunung sebenarnya bisa terpotong dan berputar karena rasa malu dan kesal. Cerita ini mengajarkan tentang pentingnya rendah hati, keberanian untuk membuktikan kebenar…
Buku ini menceritakan kebaikan hati seorang nenek yang menolong laskar Pangeran Sambernyowo yang kelaparan setelah perang. Dengan nasi yang dimasak dalam sebuah kendil (periuk tanah), ia berhasil memberi makan banyak prajurit. Sebagai balas budi, Pangeran Sambernyowo menepati janjinya untuk menghormati keluarga nenek tersebut. Setelah wafat, makam sang nenek dikenal masyarakat sebagai Pundhen M…
Buku ini mengisahkan tentang Pangeran Sambernyowo yang melihat dua kerbau bertarung. Salah satu kerbau yang hampir kalah berulang kali meminum air dari sebuah sendang, lalu bangkit kembali dengan keberanian hingga akhirnya berhasil mengalahkan lawannya. Peristiwa itu membuat Pangeran Sambernyowo percaya bahwa air sendang tersebut dapat menumbuhkan keberanian. Karena itulah sendang tersebut dina…
Buku ini mengisahkan tentang Asih yang mendapatkan payung warna merah dari kakeknya. Suatu hari, payung tersebut terbang tertiup angin dan rusak karena diinjak sapi. Meskipun sempat sedih, kakek mengajak Asih untuk membeli payung baru. Cerita ini mengajarkan anak-anak tentang pentingnya bersabar, menghargai benda milik sendiri, dan makna kasih sayang serta perhatian dari orang tua dan kakek nenek.
Buku ini mengisahkan tentang lima anak ayam yang hilang dari induknya. Wulan, si pemilik ayam, bersama-sama dengan induk ayam dan teman-temannya, mencari anak-anak ayam yang tersasar. Mereka bekerja sama dan bersabar dalam pencarian hingga akhirnya semua anak ayam kembali dengan selamat. Cerita ini mengajarkan nilai kesabaran, kerjasama, dan pentingnya saling tolong-menolong dalam menghadapi ma…
Buku ini menceritakan tentang Raka yang awalnya enggan makan dan meminum telur rebus. Dengan bantuan ibunya, Raka ikut ke pasar untuk membeli telur dan akhirnya menikmati telur rebus yang enak, yang menjadi bagian dari perayaan bulan Ramadan dan tradisi Dugderan di Semarang. Cerita ini mengajarkan anak-anak tentang budaya lokal, pentingnya berbagi, dan makna kebersamaan dalam menyambut hari-har…
Buku ini mengisahkan tentang keseruan bermain bersama teman-teman. Cerita ini mengikuti Cici yang ingin bermain dan berbagi kebersamaan dengan Ruru dan Bebe. Mereka saling membantu, berbagi mainan dan donat, serta belajar tentang pentingnya tolong-menolong dan berbagi saat bermain di luar rumah. Melalui cerita ini, anak-anak diperkenalkan dengan nilai-nilai persahabatan, kekompakan, dan budaya …
Buku ini mengisahkan momen istimewa dalam tradisi adat, seperti selamatan dan bancakan. Cerita ini menggambarkan kegiatan berkumpulnya keluarga dan kerabat untuk merayakan kelahiran Adhik dengan berbagai makanan lezat seperti tumpeng, telur rebus, dan lauk-pauk lainnya. Melalui narasi yang sederhana dan ilustrasi yang menarik, buku ini memperkenalkan budaya dan kebiasaan tradisional kepada anak…