Buku ini mengisahkan tentang seekor kera yang merasa paling kuat dan pandai, serta menantang para rayap untuk membuktikan siapa yang lebih tinggi dan kuat. Setelah berbagai usaha dan perdebatan, kera akhirnya menyadari bahwa puncak gunung sebenarnya bisa terpotong dan berputar karena rasa malu dan kesal. Cerita ini mengajarkan tentang pentingnya rendah hati, keberanian untuk membuktikan kebenar…
Buku ini menceritakan kebaikan hati seorang nenek yang menolong laskar Pangeran Sambernyowo yang kelaparan setelah perang. Dengan nasi yang dimasak dalam sebuah kendil (periuk tanah), ia berhasil memberi makan banyak prajurit. Sebagai balas budi, Pangeran Sambernyowo menepati janjinya untuk menghormati keluarga nenek tersebut. Setelah wafat, makam sang nenek dikenal masyarakat sebagai Pundhen M…
Buku ini mengisahkan tentang Pangeran Sambernyowo yang melihat dua kerbau bertarung. Salah satu kerbau yang hampir kalah berulang kali meminum air dari sebuah sendang, lalu bangkit kembali dengan keberanian hingga akhirnya berhasil mengalahkan lawannya. Peristiwa itu membuat Pangeran Sambernyowo percaya bahwa air sendang tersebut dapat menumbuhkan keberanian. Karena itulah sendang tersebut dina…
Buku ini mengisahkan perjalanan hidup Pangeran Sambernyowo, putra Pangeran Ario Mangkunegoro, yang sejak kecil hidup prihatin dan berjuang melawan penjajahan Belanda selama 16 tahun. Dengan keberanian dan semangat juang, ia berusaha mengusir Belanda dari tanah Nusantara dan akhirnya diangkat menjadi adipati di Mangkunegaran. Kisah ini menggambarkan perjuangan pahlawan lokal dalam mempertahankan…
Buku ini menceritakan tentang asal-usul nama dan sejarah kawasan Wonogiri. Cerita bermula saat Kesultanan Demak mendirikan masjid dan Sunan Giri mencari kayu jati di hutan milik Ki Donosari. Kayu jati itu kemudian dipakai untuk bangunan masjid dan kawasan sekitar kemudian diberi nama Wonogiri, yang berarti "hutan dan gunung". Kisah ini mengajarkan tentang asal usul nama daerah dan pentingnya me…
Buku ini menceritakan perjuangan Mbah Sadiman menghijaukan kembali Gumuk Gendhol yang tandus dan gersang. Meski sempat dicemooh warga, ia terus menanam pohon beringin dengan penuh ketekunan. Setelah bertahun-tahun, usahanya berhasil mengubah bukit menjadi hijau, subur, dan bermanfaat bagi masyarakat, hingga menjadikannya pahlawan lingkungan.
Buku ini disajikan dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Buku ini mengajak adik-adik untuk belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengenal teknologi sederhana dalam pemanfaatan air limbah. Melalui cerita yang menarik, pembaca dapat mengetahui berbagai manfaat pengolahan air limbah dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, ikuti kisahnya dan temukan…